Bahayanya Kurang Minum dan Telat Makan


Beberapa bulan terakhir ini, terdapat dua kasus berharga yang dialami keluarga saya, akibat kurang minum dan telat makan. Dua-duanya akhirnya masuk rumah sakit.
 

Yang pertama adalah adik saya. Kejadiannya saat bulan puasa Ramadhan. Sehabis sahur, tiba-tiba ia merasakan sakit yang tak kepalang di bagian pingangnya. Sakitnya sungguh tak tertahan. Karena tak tahan, ia pun segera minta ke rumah sakit.

Rasa sakit yang luar biasa, membuat kami semua berpikir yang macam-macam. Pasalnya, jikalau sakit itu datang, ia sampai berteriak-teriak keras. Di rumah sakit

Resep Sehat Mutakhir

Semua orang ingin sehat. Bahkan jika bisa, tak tersentuh oleh penyakit. Apalagi tak sedikit penyakit yang belum ditemukan obatnya oleh medis modern. Namun belakangan ini, di dunia medis modern kerap terjadi kasus aneh.

Dalam banyak kasus, tidak sedikit pasien yang sembuh permanen secara mendadak. Padahal semula sudah divonis bakal meninggal dalam hitungan bulan. Salah satu pakar medis yang penasaran dengan kasus ini adalah Herbert Benson, pakar bedah dari perguruan tinggi Harvard, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

Hasil riset Herbet terbilang mengejutkan. Karena faktor sugesti memiliki peran siginifikan dalam

Dunia Terapi Makin Praktis

Dunia medis, psikologi, dan tradisionalisme ketimuran makin hari mengalami perkembangan dan kemajuan yang luar biasa, serta siginifikan. Tetapi yang paling menarik adalah soal titik temu keduanya yang selama ini saling menggesek dan meledek, kini saling bersinggungan dan bahkan bersalaman.

Pada tahun 2000, saya menemukan buku psikologi yang mengguncang. Saya bilang mengguncang karena memang mengguncang jagad pemikiran dunia kala itu. buku yang dimaksud adalah karya Daniel Goleman yang menyodorkan fakta baru kecerdasan, Emotional Quotient (kecerdasan emosi).

Di mana, kecerdasan intelektual (Intelektual Quotient) dijadikan kata pamungkas dunia modern tentang kecerdasan tertinggi. Dan, Daniel Goleman dengan manis dan telak berhasil meruntuhkan ideologi modernitas tersebut dengan ragam fakta penelitian yang akurat dan rigit. Tentu saja, apa yang disajikan Daniel Goleman, bukanlah perkara baru di dunia timur. Perbedaannya